Anatomi dari sebuah radio tabung sederhana

jerohanradioKalau kita lihat dari sisi sekarang, sebenarnya struktur serta susunan dari radio tersebut sangatlah sederhana, dari yang paling umum dan masuk dalam kategori radio pabrikan hanyalah terdiri dari sedikit bagian saja terutama Radio BIN Ralin (RAdio LIstrik Negara) BIN (BIN = Buatan INdonesia) yang ada seri E dan seri yang paling Murah adalah serie U, yaitu :

  • Penguat HF (hoog Frequentie) (high Frequency)
  • Mixer
  • Oscillator (ada juga jika Oscilator dan mixer di gabung namanya menjadi converter)
  • MF (Medium Frequentie) atau istilah sekarang IF (Intermediate Frequency)
  • Detector
  • Pre Verstarker
  • Verstarker (amplifier)
  • Plaat Spanning Aparaat (PSA) yang kalau sekarang di sebut PSU atau power supply

Masing masing bagian menggunakan komponen Aktif berupa tabung radio yang kalau versi philips cukup sederhana berupa satu atau dua huruf dan di ikuti angka. Contoh sederhana :

  • Huruf pertama :
    • E : adalah kode untuk tegangan filament dengan tegangan yang pasti untuk sumber daya paralel, bisa 6 V, Tegangan didapatkan dari trafo yang mempunyai output untuk filament dan ada output pula untuk tegangan anoda yang rata rata sekitar 250 Volt. Model ini adalah modedl Advanced dengan menggunakan Trafo CT dan peratanya pun memakai tabung double dioda Seri Z
    • U : untuk tegangan filament dengan menggunakan cara di seri, sehingga setiap tabung tegangannuya tidak sama. tabung seri U ini lebih sederhana dalam aplikasinya karena tidak diperlukan trafo khusus, cukup di seri kan saja dan semuanya total 110 Volt Perlu diketahui tegangan listrik pada waktu itu adalah 110 Volt, kemudian memakai tabung seri Rimlock yang memang tegangan anodhanya hanya 110 Volt DC pula. Ini betul betul serie ekonomis karena untuk penguat akhirnya juga hanya menggunakan lampu single dengan mode kelas A, tidak seperti Radio yang menggunakan trafo yang biasanya menggunakan lampu ganda pushpull dan kelas AB. Meski sederhana tentu saja punya kelemahan, yaitu dengan sistim ini jika salah satu filament tabung putus maka seluruh tabung akan mati pula, serta resiko lain dari model seri ini adalah chasisnya akan terhubung langsung ke jala jala listrik. Yang jika terbalik akan berakibat "nyetrum"
  • Huruf kedua dan seterusnya adalah menentukan jenis lampu dengan jumlah elektrodanya
    • B adalah dioda,
    • C adalah Trioda
    • F adalah pentoda frekwensi menengah/tinggi
    • H adalah hexoda
    • L adalah pentoda untuk frekwensi akhir
    • Z adalah dioda ganda untuk perata
    • Y adalah dioda tunggal untuk perata
  • Sedangkan angka terakhir menunjukan jumlah kaki atau socketnya
    • 41 adalah untuk rimlock dengan jumlah pin kaki 8 dan mempunyai kunci logam
    • 81 adalah untuk noval berkaki 9 tanpa kunci
    Jadi jika ada type lampu type UBC41 maka artinya itu adalah tabung dengan filament serie dioda dan trioda dengan kaki 8pin socket model rimlock (secara lebih detail, jika ada waktu saya akan rincikan ini dalam tulisan lain)

     

Jadi seperti saya sebutkan di awal untuk contoh paling sederhana radio tabung dengan filament seri didalamnya adalah : RF dan converter di perlukan 2 tabung yang di jadikan satu yaitu (UCH41) serta penguat MF dengan Tabung UF41, Detektor memerlukan dioda serta preamp menggunakan trioda yang di gabungkan menjadi Tabung dioda trioda UBC41 serta penguat akhirnya adalah UL 41, serta tidak lupa sebagai penyearah unbntuk PSA menggunakan UY41

Ada banyak istilah jaman itu yang sekarang berubah karena bahasa Inggris dan di Indonesiakan yang akhirnya bisa saja membuat bingung contoh :

  • Verstarker, sekarang menjadi Amplifier
  • Gelijkstroom sekarang menjadi Arus searah atau DC
  • Wisselstroom sekarang menjadi Arus Bolak balik atau AC
  • Schakelaar sekarang menjadi Switch
  • Koptelephone, sekarang menjadi Headphone,
  • Aarde, sekarang menjadi Ground
  • Invoer sekarang menjadi Input
  • Uitgang sekarang menjadi Output
  • Zecherung (sekering) sekarang menjadi Fuse
  • Weerstand sekarang menjadi Resistor
  • Condensator sekarang menjadi Capacitor
  • Spool sekarang menjadi Coil, Inductor
  • Spanung sekarang menjadi Tegangan
  • Stroom sekarang menjadi Arus
  • Afstemmen sekarang menjadi Tune
  • Einkle sekarang menjadi Single tapi masih banyak yang memakai istilah engkel daripada single.

Semuanya berawal dari bahasa Belanda, kemudian bahasa Inggris dan terakhir di Indonesiakan. Akan tetapi hingga sekarang masih banyak yang memakai bahasa Belanda meskipun dalam logat dan dialek Indonesia, seperti Stroom nemjadi Setrum, schakelaar menjadi saklar atau skakelar, Zecherung menjadi sekring, Spanning menjadi spaneng. Dan sering pula istilah lemah (untuk tabung, lampu atau aki) dibilang soak yang berasal dari kata Zwak.

Seperti diatas di sebutkan jika Ralin adalah Singkatan Radio Listrik Negara, Serta BIN artinya adalah Buatan Indonesia.

Pada waktu menggunakan istilah atau singkatan seperti itu memang pop[uler. Tahukah anda tentang Papua yang pernah populer dengan Nama Irian ?, Dahulu Bung Karno marah terhadap Belanda karena papua itu artinya Keriting, dan ada olok olok mengenai Dacochan, Boneka hitam dan keriting ? dan  korek api dengan Palmtree ? Maka Bung Karno menggantikannya dengan Nama IRIAN yang Artinya adalah : Ikut Republik Indonesia Anti Nederlan !

NB :

  • Jika ada yang ingin anda tanyakan mengenai Radio tabung, sila mengirim pesan melalui halaman kontak melalui email. Saya sangat berpengalaman dalam restorasi dan mengenai hal radio tabung karena dahulu hal itu adalah dunia saya. dan saya akan sangat senang sekali di akhir kehidupan ini bisa membantu anda
  • Apabila saya menjawabnya berarti saya masih hidup, akan tetapi bila surat anda tidak terjawab, berarti saya sudah mampus !
  • Situs ini akan tetap hidup stidak tidaknya 3 tahun jika saya mati saya memakai auto renewal untuk domain dan hostingnya.
Nilai butir ini
(0 pemilihan)
Selengkapnya di dalam kategori ini: « Radio tabung yang sarat dengan kenangan.

Berikan komentar

Pastikan anda memasukkan semua informasi wajib, yang bertanda bintang (*). Kode HTML tidak diizinkan.

kembali ke atas