Radio tabung yang sarat dengan kenangan.

radiotabung

Duduk mendengarkan radio pada waktu itu adalah kemewahan yang hanya bisa di nikmati hanya oleh segelintir orang. Dimana listrik masih sangat langka dan harga radio semisal harga sepetak sawah. Tidak jarang masyarakat pinggiran bergerombol di samping rumah seorang juragan yang mempunyai radio hanya untuk mendengarkan siaran keroncong dan mendengarkan siaran wayang semalam suntuk dari RRI Jogjakarta.

Dengan antena kawat tembaga di bentangkan di atap rumah, musik keroncong hadir di kota dan desa dengan suara gemerisik dan mendayu-dayu lantaran propagasi atau cuaca langit yang memantulkan sinyal radio itu hingga membuat suaranya bagai terpantul dan mendesah. Dengan memutar tombol tune kita bisa memilih siaran. Tulisan frekwensi sangat kecil dan bersifat panduan kasar saja. tetapi yang jelas disitu tertulis pemancar berdasarkan kota : Amsterdam, London, Batavia, Luxembourg. Untuk yang lebih modern sudah ada petunjuk Jakarta, Bandoeng, Soerabaia dll.

Baca selengkapnya...

Anatomi dari sebuah radio tabung sederhana

jerohanradioKalau kita lihat dari sisi sekarang, sebenarnya struktur serta susunan dari radio tersebut sangatlah sederhana, dari yang paling umum dan masuk dalam kategori radio pabrikan hanyalah terdiri dari sedikit bagian saja terutama Radio BIN Ralin (RAdio LIstrik Negara) BIN (BIN = Buatan INdonesia) yang ada seri E dan seri yang paling Murah adalah serie U, yaitu :

Baca selengkapnya...

Radio Philips BIN Seri U

Desain radio pabrikan versi dalam negeri akhir tahun 50 an / awal 60 an adalah Radio Philips BIN ada model E dan U yang masing masing memakai tabung seri Rimlok atau Noval. Sebetulnya sama saja, hal itu hanya berbeda di Socket tabung nya saja. semuanya sama.
Pada ceritera kali ini saya akan menceriterakan yang paling sederhana yaitu model U baik seri 41 atau 82 yang berbeda soket itu. Untuk model U itu biasanya memakai lima tabung dengan type sebagai berikut :

  • Sebagai converter (RF, Oscillator dan pencampur) dijadikan satu. Untuk Oscillator menggunakan tabung trioda untuk frekwensi tinggi type C, sedangkan untuk penguat HF nya menngunakan Hexoda (serie H) yang sekaligus sebagai mixer nya. Hexoda dan Trioda ini tabung untuk frekwensi tinggi di jadikan dalam satu tabung jadi Nomor serinya U (untuk filament serie) C (untuk trioda HF) dan H (untuk Hexoda frekwensi tinggi) Jika soketnya rimlok berarti serinya UCH 41 atau 42
Baca selengkapnya...

Power Supply radio tabung - gelombang penuh

psafullPada ceritera saya yang terdahulu, saya telah menceriterakan PSA dengan metoda sangat sederhana, dengan tidak memakai transformator, cukup di seri saja dan oleh karena penyederhanaannya ini, tegangan yang di hasilkan hanyalah sesuai dengan voltase sesua masukannya dan sistim peratanya hanyalah setengah gelombang. tetapi ini memang cukup karena hanya dipakai untuk radio sederhana, simply dengan arus kecil dan tidak memerlukan tegangan atau arus yang besar. Lain halnya jika memerlukan kualitas dengan power yang besar dan arus yang besar. Pada model E pasokan listrik di transformasikan oleh transformator untuk tegangan filament yang semuanya sama, untuk paralel biasanya 6.3 Volt.

Baca selengkapnya...