Megatruh, ketika tak ada jalan untuk berpaling pulang

  • 10 Desember 2018 |
  • Diterbitkan di depan

Megatruh, Ketika jasad hendak berpisah dengan sukma, ketika matahari hendak berpisah dengan sinarnya, ketika itulah hanya ada Megatruh, penyesalan dimana tak ada titik balik untuk kembali.
Ketika mulut kehilangan suaranya, ketika mata kehilangan pandangannya, sa'at itulah akan terasa bahwa jalan panjang yang kita lalui hanyalah sekejap.
Situs ini hanyalah kumpulan apa yang tak mungkin ku ulang dalam kehidupan setelah terjerembab dalam absurdnya dunia. Sesuatu yang tidak akan bisa lagi di ulang. Tentang kenangan, tentang rindu tentang harapan yang kini hanyalah selembar perca tipis yang membatasi dengan ketiadaan yang abadi.

Megatruh, dulu hanya memerlukan seteguk air, kemudian ketika itu ditunda, tibalah sa'atnya tidak hanya memerlukan seteguk air tapi bahkan di perlukan pula se onggok kayu untuk menopang badan, ketika itu pun masih di tunda, tibalah masanya diperlukan se unggun api untuk membakar badan yang sudah tidak memerlukan seteguk air dan juga tak perlu penopang lagi. Setitik air yang harusnya menghidupkan akhirnya menjadi se unggun api yang menghentikan semua cita cita keinginan dan bahkan penyesalan sekalipun. Karena pada hari ini pun tak guna ada penyesalan karena hanyalah membuat sesuatunya menjadi semakin pedih.

Baca selengkapnya...
Berlangganan ke pengumpan RSS ini