Sahabat yang tidak satu satunya, pilihan masa kini dan masa depan.

  • 12 Desember 2018 |
  • Diterbitkan di depan

kemudikapal

Sahabat yang baru kukenal selama tiga tahun itu lumayan sexy, berbody besi seberat 64 ribu ton bobot mati. Dengan lambung yang semampai memang tidak seperti sahabat  pada umumnya. Meskipun dia tidak berbicara selain deru diesel dan generatornya yang selalu mendengung sejak pagi hingga pagi tapi dia telah membawaku ku ke dunia antah berantah, negeri jauh dan melambung ke negeri angan angan, negeri sejuta mimpi. Telah mengantarkan ku ke negeri yang hujan tidak lagi gemericik tapi gemuruh dan berdesir desir. Ke negeri dengan padang rumput seluas mata memandang atau ke negeri dimana es tidak di gelas dengan teh akan tetapi est tececer sepanjang jalan bahkan ada yang sebesar gardu.

Baca selengkapnya...
Berlangganan ke pengumpan RSS ini