Ruang sempit dinding logam jendela bulat

morseAda bilik di geladak di Bridge anjungan. Tidak lebih sekira 2 X 2 meter berdinding logam cat warna kelabu dan berjendel kaca bulat dengan pelindung tutup anti badai di bagian luarnya. Ruang itu diatas tepat di belakang ruangan komando dan juru mudi. Ruang kerja segenap dinding penuh dengan panel antena, ada tuner, ada matcher, ada berbagai alat ukur dan kabel antena dengan coax sebesar ibu jari ataupun feeder line ganda dengan memakai isolator keramik .

Ada beberapa radio penerima dengan merek JRC. Yang standard adalah penerima MF di 500 KC, dan HF di 2182. yang selalu standby serta radio kerja pada frekwensi kerja di 6 Mhz. Pemancar untuk distress call dan yang jelas untuk komunikasi keseharian dengan memakai merk Furuno. Di ruangan itu pula ada tempat tidur selebar 80 cm sepanjang 2 meter yang bisa di lipat ke dinding untuk kemudian diganti dengan meja yang juga di lipat di dinding
Sedangkan di Ruang kemudi, anjungan ada radio UHF serta Radar, dan Juga RDF (Radio Direction Finding). Pada waktu itu belum ada GPS. Untuk itulah sering kali Markonis menjadi andalan untuk koreksi letak posisi oleh Mualim melalui perangkat yang dinamakan RDF itu yang pada prinsipnya adalah mendengarkan salah satu pemancar (beacon) dan kemudian memutar mutar antena untuk kemudian didapatkan arah dari beacon tersebut. Ada daftar dari beacon beacon itu, letak beacon itu biasanya sama dengan letak mercu suar. Ini dikarenakan beacon itu adalah mercu suar juga, bedanya jika mercu suar yang dipancarkan adalah sinar atau lampu akan tetapi kalau beacon ini yang di pancarkan adalah gelombang radio. Dengan mendapatkan signal dari 2 beacon yang ada dalam daftar dan ditambah satu untuk koreksi, kemudian jika di paparkan di peta, bisalah kita dapatkan posisi kita di peta dengan akurat.
cara mualim pada waktu itu adalah juga dengan Sextant serta compas dan melihat bintang dia bisa menentukan posisi kapal.sextant kuningan utnuk menentukan ketinggian bintangRadar hanya bisa di gunakan untuk jarak pendek di pantai dan seperti itu karena Jarak jangkau yang sangat terbatas, Untuk yang besar saja maksimum 50 Mil laut itupun dengan gema yang sering kali kacau dengan gelombang laut. Radar tersebut pada waktu itu tidaklah seperti di fil film fiksi ataupun radar jaman sekarang. layarnya adalah berupa ujung tabung lingkaran dengan garis tengah sekitar 4 inchi, tapi di beri kaca pembesar sehingga seolah gambarnya menjadi sebesar piring.
Tugasnya ya hanya itu. Membantu terselenggaranya navigasi dengan peralatan Radar, RDF dan Radio. Karena itulah sering kali disebut perwira Radio. Karena RDF itu adalah juga radio (Radio Direction Finding) juga RADAR (Radio detection and Range). Panggilan populer dari Perwira Radio ini adalah Markonis (Istilah Belanda) atau Spark (Inggris). Itulah jika kita ingat Film Startek dengan Kendaraanya yang tidak mengarungi lautan tetapi ruang angkasa nya itu juga mempunyai Markonis yang terkenal dengan telinga panjang. Biasa kita menyebutkannya dengan Mister Spock. Padahal yang benar adalah Mister "Spark".
Ruang kerja sekaligus menjadi ruang tidur dan ruang hidupnya. Karena harus siap 24 jam sehari untuk emergency karena di kapal tidak ada markonis cadangan. Skil yang sangat terkenal pada waktu itu adalah ketukan nya di papan ketuk yang hanya mengetuk panjang dan pendek berupa kode morse ... dah ... dit ... dah dit ....

Nilai butir ini
(1 Pilih)

Berikan komentar

Pastikan anda memasukkan semua informasi wajib, yang bertanda bintang (*). Kode HTML tidak diizinkan.

kembali ke atas