Tuhanku kenapa kau tinggalkan daku

doaTuhan kenapa Kau tinggalkan daku, Eli lama sabhaktani ?, kata kata itulah yang pernah di ucapkan ketika ajal hendak menjemput pada kejadian lebih dari duaribu tahun lalu. Itu di ucapkan ketika di akhir Dia mengatakannya dengan "sudah genap", ketika cawan ini berlalu, maka berlalulah.
Pada hari kelahiran yang mengucapkan itu, kini akulah yang berteriak : Eli, lama sabhaktani. Tuhan kenapa kau tinggalkan daku.
Aku meneriakkan itu karena sepertinya bagiku ini adalah akhir dari perjalananku. Entahlah aku sudah tidak bisa menjatuhkan diri bertumpu pada lutuku untuk mengucap salam kepada Tuhanku yang memang kini sudah tak layak untuk tersilang di dada. Tetapi aku juga masih belum bisa telungkup untuk menghadap Tuhan.

Baca selengkapnya...

Emas bukanlah segala galanya

robo 1Tentu anda pernah mendengar suatu pepatah, peribahasa atau seseorang yang  menyatakan “diam adalah emas” atau “silent is golden”. Anggapan tentang sikap “diam” adalah sifat yang terpuji dan tak ternilai. Tetapi apakah benar? sepertinya itu tidaklah sepenuhnya benar, apalagi menyangkut emas, Emas? Seolah-olah emas adalah sesuatu yang hebat, luar biasa dan tidak ternilai. Memang benar emas mempunyai nilai lebih jika dibandingkan dengan logam lain sepertinya sifatnya yang baik untuk menghantarkan listrik.

Baca selengkapnya...

Sahabat yang tidak satu satunya, pilihan masa kini dan masa depan.

kemudikapal

Sahabat yang baru kukenal selama tiga tahun itu lumayan sexy, berbody besi seberat 64 ribu ton bobot mati. Dengan lambung yang semampai memang tidak seperti sahabat  pada umumnya. Meskipun dia tidak berbicara selain deru diesel dan generatornya yang selalu mendengung sejak pagi hingga pagi tapi dia telah membawaku ku ke dunia antah berantah, negeri jauh dan melambung ke negeri angan angan, negeri sejuta mimpi. Telah mengantarkan ku ke negeri yang hujan tidak lagi gemericik tapi gemuruh dan berdesir desir. Ke negeri dengan padang rumput seluas mata memandang atau ke negeri dimana es tidak di gelas dengan teh akan tetapi est tececer sepanjang jalan bahkan ada yang sebesar gardu.

Baca selengkapnya...

Ruang sempit dinding logam jendela bulat

morseAda bilik di geladak di Bridge anjungan. Tidak lebih sekira 2 X 2 meter berdinding logam cat warna kelabu dan berjendel kaca bulat dengan pelindung tutup anti badai di bagian luarnya. Ruang itu diatas tepat di belakang ruangan komando dan juru mudi. Ruang kerja segenap dinding penuh dengan panel antena, ada tuner, ada matcher, ada berbagai alat ukur dan kabel antena dengan coax sebesar ibu jari ataupun feeder line ganda dengan memakai isolator keramik .

Baca selengkapnya...

Megatruh, ketika tak ada jalan untuk berpaling pulang

Megatruh, Ketika jasad hendak berpisah dengan sukma, ketika matahari hendak berpisah dengan sinarnya, ketika itulah hanya ada Megatruh, penyesalan dimana tak ada titik balik untuk kembali.
Ketika mulut kehilangan suaranya, ketika mata kehilangan pandangannya, sa'at itulah akan terasa bahwa jalan panjang yang kita lalui hanyalah sekejap.
Situs ini hanyalah kumpulan apa yang tak mungkin ku ulang dalam kehidupan setelah terjerembab dalam absurdnya dunia. Sesuatu yang tidak akan bisa lagi di ulang. Tentang kenangan, tentang rindu tentang harapan yang kini hanyalah selembar perca tipis yang membatasi dengan ketiadaan yang abadi.

Megatruh, dulu hanya memerlukan seteguk air, kemudian ketika itu ditunda, tibalah sa'atnya tidak hanya memerlukan seteguk air tapi bahkan di perlukan pula se onggok kayu untuk menopang badan, ketika itu pun masih di tunda, tibalah masanya diperlukan se unggun api untuk membakar badan yang sudah tidak memerlukan seteguk air dan juga tak perlu penopang lagi. Setitik air yang harusnya menghidupkan akhirnya menjadi se unggun api yang menghentikan semua cita cita keinginan dan bahkan penyesalan sekalipun. Karena pada hari ini pun tak guna ada penyesalan karena hanyalah membuat sesuatunya menjadi semakin pedih.

Baca selengkapnya...